Umre Plus Turkey, part 5
Dengan pertimbangan kepraktisan waktu, maka begitu mendarat di Istanbul pada pagi hari, rombongan kami tidak langsung menuju hotel untuk check in melainkan langsung city tour! (kalau ke hotel dulu memang akan akan sangat menyita waktu, untuk check in, angkat barang ke kamar, ada yang mandi-mandi, belum kalau ada yang ketiduran...waah bisa hilang sehari tanpa sempat melihat apa-apa...padahal waktu kunjungan di Turki hanya tiga hari...) Meskipun capek....bayangkan.....setelah menempuh belasan jam perjalanan melalui udara, begitu sampai tujuan langsung jalan-jalan... masih dengan baju yang sama dikenakan saat berangkat, hanya sempat sikat gigi dan cuci muka di pesawat...dan anggota group ada yang sepuh-sepuh pula...Yangti sendiri 73 tahun, kemudian ada yang 78 tahun...
Tetapi alhamdulillah semua sehat... city tour aman...
Tempat pertama yang kami kunjungi adalah TOPKAPI PALACE. Topkapi Palace dulunya adalah kediaman resmi sultan-sultan Turki Usmani, dibangun oleh Fatih Sultan Mehmed dan didiami oleh para sultan kurang lebih 400 tahun yang kemudian para sultan itu pindah ke Dolmabahce Palace pada tahun 1856.
Area Topkapi Palace lumayan luas...sebagian gedung hanya kami nikmati dari luarnya saja. Hawa sejuk pada saat itu membuat pengunjung nyaman berjalan kaki mengelilingi Topkapi Palace. Meskipun pohon-pohon besarnya sedang tidak berdaun, tetapi deretan bunga tulip bermekaran indah di sepanjang jalan masuk, bunga-bunga pensies yang ditanam rapi di bawa pohon-pohon besar juga menambah indah taman Topkapi Palace.
Yangti among fresh red tulips...soooo...beautiful surrounding...
Tempat yang menarik dri Topkapi Palace salah satunya adalah ruang Sacred Relics, bangunan khusus untuk menyimpan barang-barang peninggalan Nabi Muhammad beserta keluarga dan sahabatnya, Nabi Musa dan beberapa Nabi lain. Di situ ada jejak Nabi Muhammad yang diukir pada sebuah batu, tongkat Nabi Musa, jubah Fatimah, pedang Nabi Daud, ...ada juga rambut jenggot Nabi Muhammad....
Tentu saja di dalam Sacred Relics ini pengunjung tidak boleh memotret....jadi memori cukup diingat dalam hati...
Jumat, 11 Mei 2012
Jumat, 04 Mei 2012
Istanbul from the bus window
Umre Plus Turkey, part 4
Turki sangat amat identik dengan Istanbul, padahal...Istanbul bukan ibukota Turki, melainkan Ankara, tetapi Istanbul memang kota metropolitan terbesar di Turki, bahkan salah satu yang terbesar di Eropa. Turki secara geografis adalah negara yang unik karena posisinya berada di dua benua, Eropa dan Asia, dan Istanbul-lah yang menjadi jembatannya, wilayah Istanbul juga di dua benua...what a unique city!!
Dalam perjalanan keluar dari airport, beberapa sudut Istanbul terabadikan dari balik jendela bus...ini dia:
Di kota Istanbul kita terpuaskan dengan melihat peninggalan-peninggalan bersejarah dari kekuasan-kekuasaan besar ribuan tahun yang lalu. Jejak kebesaran Yunani Kuno, Byzantium, Romawi Timur dan Turki Usmani menjadikan Istanbul memang layak memperoleh predikat "Europe Capital of Culture"
Menurut sejarah, Yunani Kuno menguasai sisi Eropa Istanbul sejak tahun 667 sebelum Masehi (Sebelum lho, jangan salah... kuno banget ya!). Constantine the Great penguasa Romawi Timur memberi nama kota ini dengan Konstantinopel, yang artinya kotanya Constantine. Kemudian setelah Konstantinopel jatuh ke tangan Khalifah Usmaniah alias Turki Usmani maka nama Konstantinopel diubah menjadi Istanbul, meski pembesar-pembesar Turki Usmani lebih suka menyebut Istanbul dengan Qunstantiniyah....yang adalah istilah Konstantinopel yang dibahasa-arab-kan :)
Keadaan saat ini, sebagaimana lazimnya kota metropolitan, Istanbul adalah kota modern, bersih dan menawarkan berbagai keistimewaan mulai dari kulinernya, Laut Mediteranian-nya, peninggalan sejarah kunonya baik itu Yunani Kuno, Romawi maupun Turki Usmani.... Istanbul juga sorga bagi penyuka belanja! waaah..... Pantas Istanbul selalu kebanjiran turis sepanjang tahun...
Yang membuat saya agak kaget begitu tiba di Istanbul....ternyata Istanbul adalah kota tulip!! Waah...saya kira tulip hanya milik orang londo... katroknya saya... Tulips and tulips are around Istanbul.... Musti dibahas khusus nih masalah pertulipan di Istanbul...hmmm....
Laut Marmara yang memisahkan bagian Eropa dan Asia Turki adalah salah satu landmark negara ini. Dua benua dalam satu negara itu dihubungkan oleh jembatan Bosphorus, jembatan legendaris karena fungsinya...
Turki sangat amat identik dengan Istanbul, padahal...Istanbul bukan ibukota Turki, melainkan Ankara, tetapi Istanbul memang kota metropolitan terbesar di Turki, bahkan salah satu yang terbesar di Eropa. Turki secara geografis adalah negara yang unik karena posisinya berada di dua benua, Eropa dan Asia, dan Istanbul-lah yang menjadi jembatannya, wilayah Istanbul juga di dua benua...what a unique city!!
Dalam perjalanan keluar dari airport, beberapa sudut Istanbul terabadikan dari balik jendela bus...ini dia:
Di kota Istanbul kita terpuaskan dengan melihat peninggalan-peninggalan bersejarah dari kekuasan-kekuasaan besar ribuan tahun yang lalu. Jejak kebesaran Yunani Kuno, Byzantium, Romawi Timur dan Turki Usmani menjadikan Istanbul memang layak memperoleh predikat "Europe Capital of Culture"
Menurut sejarah, Yunani Kuno menguasai sisi Eropa Istanbul sejak tahun 667 sebelum Masehi (Sebelum lho, jangan salah... kuno banget ya!). Constantine the Great penguasa Romawi Timur memberi nama kota ini dengan Konstantinopel, yang artinya kotanya Constantine. Kemudian setelah Konstantinopel jatuh ke tangan Khalifah Usmaniah alias Turki Usmani maka nama Konstantinopel diubah menjadi Istanbul, meski pembesar-pembesar Turki Usmani lebih suka menyebut Istanbul dengan Qunstantiniyah....yang adalah istilah Konstantinopel yang dibahasa-arab-kan :)
Keadaan saat ini, sebagaimana lazimnya kota metropolitan, Istanbul adalah kota modern, bersih dan menawarkan berbagai keistimewaan mulai dari kulinernya, Laut Mediteranian-nya, peninggalan sejarah kunonya baik itu Yunani Kuno, Romawi maupun Turki Usmani.... Istanbul juga sorga bagi penyuka belanja! waaah..... Pantas Istanbul selalu kebanjiran turis sepanjang tahun...
Yang membuat saya agak kaget begitu tiba di Istanbul....ternyata Istanbul adalah kota tulip!! Waah...saya kira tulip hanya milik orang londo... katroknya saya... Tulips and tulips are around Istanbul.... Musti dibahas khusus nih masalah pertulipan di Istanbul...hmmm....
Laut Marmara yang memisahkan bagian Eropa dan Asia Turki adalah salah satu landmark negara ini. Dua benua dalam satu negara itu dihubungkan oleh jembatan Bosphorus, jembatan legendaris karena fungsinya...
Ataturk International Airport
Umre Plus, part 3
Turkish Airline yang kami tumpangi akhirnya mendarat dengan mulus di Ataturk International Airport, Istanbul. Alhamdulillah...thanks to the pilot and all crews! :)
Sebetulnya Istanbul sendiri mempunyai dua airport, Ataturk International Airport yang berada di Istanbul sisi Eropa dan Sabiha Gokcen Airport yang berada di Istanbul sisi Asia. Biasanya penerbangan dari Asia Tenggara akan mendarat di Ataturk International Airport, sedangkan penerbangan regional dan low cost dilayani di Sabiha Gokcen Airport.
Terminal international dan terminal domestik di Ataturk International Airport dihubungkan oleh lorong bawah tanah. Bagi penumpang yang ingin ke terminal domestik ataupun ingin melanjutkan perjalanan dengan metro subway silakan belok kiri... cikis...ic hatlar terminali... :)
Setelah proses pengurusan visa on arrival selesai, maka perjalanan menikmati Istanbul dan Turki bisa segera di mulai...yuuk mariii...
Turkish Airline yang kami tumpangi akhirnya mendarat dengan mulus di Ataturk International Airport, Istanbul. Alhamdulillah...thanks to the pilot and all crews! :)
Sebetulnya Istanbul sendiri mempunyai dua airport, Ataturk International Airport yang berada di Istanbul sisi Eropa dan Sabiha Gokcen Airport yang berada di Istanbul sisi Asia. Biasanya penerbangan dari Asia Tenggara akan mendarat di Ataturk International Airport, sedangkan penerbangan regional dan low cost dilayani di Sabiha Gokcen Airport.
Welcome to Istanbul, the unique city...let's explore... :)
Nampang-nampang di sekitar Bandahara, new situation, new experiences, new all things... :)
Ataturk International Airport adalah salah satu bandara tersibuk di Eropa yang mampu melayani 28 juta penumpang setiap tahunnya, tapi pas kami berada di Bandara tersebut suasana terlihat biasa saja, tidak ada kepadatan ekstrem, apa mungkin saking besarnya bandaranya ya? atau belum masuk musim liburan yang sebenarnya?
Terminal international dan terminal domestik di Ataturk International Airport dihubungkan oleh lorong bawah tanah. Bagi penumpang yang ingin ke terminal domestik ataupun ingin melanjutkan perjalanan dengan metro subway silakan belok kiri... cikis...ic hatlar terminali... :)
Pemegang paspor Indonesia, sejak pertengahan 2010, bisa mengunjungi Turki dengan visa on arrival , artinya tidak harus mengurus visa terlebih dahulu di Kedutaan Turki di Jakarta, tetapi cukup membeli stiker visa setiba di bandara Turki...praktis ya..
Setelah proses pengurusan visa on arrival selesai, maka perjalanan menikmati Istanbul dan Turki bisa segera di mulai...yuuk mariii...
Rabu, 02 Mei 2012
By Turkish Air
Umre Plus, part 2
Berhubung paket umrah yang kami ambil plus Turkey, maka -barangkali supaya praktis- maskapai yang dipilih oleh tour kami adalah Turkish Air. Pengalaman baru nih, belum pernah lho sebelumnya kami pakai Turkish Air :)
Setelah sempat pindah terminal, akhirnya sekitar pukul 08.00 malam kami boarding. Perjalanan yang ditempuh bakal kurang lebih sebelas jam....penerbangan yang cukup panjang dan tentu melelahkan....Tetapi bismillah...niat sudah bulat, Insya Allah lancar...amiiin...
Suasana "Europe" nya juga mulai terasa melalui hidangan yang disajikan dalam pesawat...tak ada nasi, adanya ruti...
Berhubung paket umrah yang kami ambil plus Turkey, maka -barangkali supaya praktis- maskapai yang dipilih oleh tour kami adalah Turkish Air. Pengalaman baru nih, belum pernah lho sebelumnya kami pakai Turkish Air :)
Setelah sempat pindah terminal, akhirnya sekitar pukul 08.00 malam kami boarding. Perjalanan yang ditempuh bakal kurang lebih sebelas jam....penerbangan yang cukup panjang dan tentu melelahkan....Tetapi bismillah...niat sudah bulat, Insya Allah lancar...amiiin...
Turkish Air berbadan besar inilah yang kami tumpangi, membawa kami membelah benua dan samudra di tengah malam buta ...Kala di atas awang-awang hanya pasrah yang bisa dilakukan...Ya Allah lancarkan, amankan, selamatkan perjalanan kami....amiiin...
Di dalam Turkish Air, Yangti banyak mengaji, diselang-seling dengan tidur malam...
Begitu masuk Turkish Air, suasana Turki mulai terasa melalui tulisan-tulisan bahasa Turki-nya. Bahasa Turki adalah bahasa resmi bangsa Turki. Konon cara baca bahasa Turki cukup dieja saja apa adanya...seperti Bahasa Indonesia dong ya... Merhaba...artinya haloooo... :)
Suasana "Europe" nya juga mulai terasa melalui hidangan yang disajikan dalam pesawat...tak ada nasi, adanya ruti...
Sisa sandwhich yang disajikan sebagai hidangan ringan dipenggalan pertama penerbangan, dari Jakarta transit empat puluh lima menit di Singapore...
Mbak pramugari cantikpun diberdayakan para penumpang untuk mengabadikan gambar di dalam pesawat...mungkin batin si embak "penumpang katrok-pun perlu dilayani dengan baik" hehe...kamseupay deh...
Perjalanan sebelas jam Jakarta-Istanbul tak terasa lama karena dilewati pada malam hari sehingga sebagian jam-pun kami lewati dengan tidur... sempat bingung sih dengan waktu subuh yang tak datang-datang, ini gara-gara selisih waktu sehingga seolah kita mengejar waktu subuh yang terus mundur....akhirnya dikira-kira ajalah..Allah Maha Maklum. Selisih waktu antara Jakarta dan Turki adalah empat jam, Jakarta lebih awal... potensi sedikit membuat jetlag nih...
Bismillah, berangkat.....
Umre Plus Turkey, part 1
Suasana Masjidil Haram, Ka'bah dan Masjid Nabawi selalu membuat rindu. Alhamdulillah tahun ini agenda ziarah ke tanah suci full team plus Yangti dapat tercapai...It is such a sweet dream comes true! Thanks Allah.
Cerita kenangan perjalanan spiritual yang istimewa ini saya beri judul "Umre Plus" yang maksudnya umrah plus Yangti.... dan umrah plus mampir Turkey sebentar :)
Izin cuti dari kantor telah di tangan, izin sekolah telah dikirimkan...tanggal 06 April 2012 adalah hari keberangkatan! Bismillah....
Suasana Masjidil Haram, Ka'bah dan Masjid Nabawi selalu membuat rindu. Alhamdulillah tahun ini agenda ziarah ke tanah suci full team plus Yangti dapat tercapai...It is such a sweet dream comes true! Thanks Allah.
Cerita kenangan perjalanan spiritual yang istimewa ini saya beri judul "Umre Plus" yang maksudnya umrah plus Yangti.... dan umrah plus mampir Turkey sebentar :)
Izin cuti dari kantor telah di tangan, izin sekolah telah dikirimkan...tanggal 06 April 2012 adalah hari keberangkatan! Bismillah....
Berpose dulu di rumah dengan seragam dari tour travel kami....
Doa berangkat dibacakan oleh si ragil Ulan, dan di-amin-i oleh kita semua..
"Bimbinglah kami untuk menunaikan manasik umrah di rumah-Mu yaa Allah...."
Tim yang melepas kami cukup Tante Fie, Tante Lies dan Om Yoko...sedangkan kerabat selebihnya mendokan kami dari rumah masing-masing....maturnuwun....
Persiapan boarding di Bandara Soekarno Hatta, nongkrong nangkring dulu di AW sebelum masuk ruang tunggu sambil menunggu anggota group yang lain....
Goup telah komplit, berjumlah 17 orang, group yang cukup kecil tapi malah memudahkan untuk segala pengurusannya... yang ajaib dari 17 peserta ternyata yang golongan bapak-bapak hanya dua orang, Papi dan Om Bowo...walaah... tak apalah...
Kamis, 08 Desember 2011
Cinta Sehat
Sehat adalah nikmat...
Sehat musti disyukuri...
Menjaga sehat adalah ibadah...
Sehat berarti kontrol diri...
Menjadi sehat, bukan hanya untuk pribadi..
Tapi untuk mereka yang dicintai...
Minggu, 11 September 2011
Buaya Balikpapan :)
Satu lagi pengalaman unik dan menghebohkan saat berada di Balikpapan: mengunjungi penangkaran buaya di Kelurahan Teritip! Wooaarrggg....
Teritip Crocodile Farm berdiri sejak tahun 1990 dan berjarak 25 km dari down town Balikpapan. Lokasi penangkaran buaya ini seluas 5 ha, lumayan ya...
Meski penangkaran ini dikelola oleh CV Surya Raya dengan tujuan untuk penangkaran, pengembangan satwa liar, dan budi daya kulit buaya...tetapi dibuka juga sebagai tempat wisata. Wisatawan yang tertarik berkunjung tentu yang suka menikmati wisata alam dan tidak menolak tantangan....disamping harus tahan pula dengan bau kandang buaya yang...hhmm...aduhaaii... :(
Bagi yang berminat, bisa berkunjung ke lokasi penangkaran antara jam 08.00 s/d 17.00 WITA. Selain dapat mengamati polah tingkah buaya muara (crocodylus porosus), buaya supit (tomistoma scheillius) juga buaya air tawar (crocodylus siamlisus) **mereka sih sebetulnya tidak berpolah tingkah, malah cenderung diam seribu basa, mematung....yang suka berpolah tingkah kan buaya darat (phytecantrophus erectus) haha...** , di sana tersedia juga berbagai suvenir khas buaya semisal taring buaya, dompet kulit buaya juga tangkur buaya :) (tahu kan gosip tentang khasiat tangkur buaya?)...bahkan di hari Sabtu atau Minggu atau hari libur khusus tersedia juga kuliner buaya berupa sate buaya. Pada saat saya bertanya ke mbak penjaga warung, saya dapat informasi bahwa satu tusuk sate buaya dibanderol Rp. 3000, sedangkan satu butir telur buaya Rp. 25.000. Hanya saja, saya tidak mencobanya, pertama karena saya perlu yakin terlebih dahulu daging buaya ini halal atau haram, kedua karena pada saat itu sedang di bulan Ramadan, jadi kami semua berpuasa...huuaaa...(panas-panas, haus dan lapar, bertemu buaya...)
Pengunjung juga dapat menyaksikan atraksi buaya makan ayam, dengan cara membeli ayam yang sudah disediakan oleh petugas berupa ayam tirin (ayam mati kemarin-kemarin), satu ekornya Rp. 10.000, kemudian sang petugas akan melempar ayam itu ke kandang buaya dan buaya-buaya yang tadinya diam mematung langsung beringas berebut umpan, siapa cepat dapat...serraaamm... Buaya-buaya itu sendiri dapat jatah makan resmi hanya satu minggu sekali... (walaah...kalau mereka puasa Ramadan, hanya sahur 4 kali dong ya...ahihihi..)
Pengunjung yang aneh (seperti saya, maksudnya) dapat juga mencoba menggendong buaya. Petugas terkait akan menyiapkan buaya anakan alias bajul yang dapat dipegang dan digendong-gendong oleh wisatawan aneh tadi :)
Teritip Crocodile Farm berdiri sejak tahun 1990 dan berjarak 25 km dari down town Balikpapan. Lokasi penangkaran buaya ini seluas 5 ha, lumayan ya...
Meski penangkaran ini dikelola oleh CV Surya Raya dengan tujuan untuk penangkaran, pengembangan satwa liar, dan budi daya kulit buaya...tetapi dibuka juga sebagai tempat wisata. Wisatawan yang tertarik berkunjung tentu yang suka menikmati wisata alam dan tidak menolak tantangan....disamping harus tahan pula dengan bau kandang buaya yang...hhmm...aduhaaii... :(
Bagi yang berminat, bisa berkunjung ke lokasi penangkaran antara jam 08.00 s/d 17.00 WITA. Selain dapat mengamati polah tingkah buaya muara (crocodylus porosus), buaya supit (tomistoma scheillius) juga buaya air tawar (crocodylus siamlisus) **mereka sih sebetulnya tidak berpolah tingkah, malah cenderung diam seribu basa, mematung....yang suka berpolah tingkah kan buaya darat (phytecantrophus erectus) haha...** , di sana tersedia juga berbagai suvenir khas buaya semisal taring buaya, dompet kulit buaya juga tangkur buaya :) (tahu kan gosip tentang khasiat tangkur buaya?)...bahkan di hari Sabtu atau Minggu atau hari libur khusus tersedia juga kuliner buaya berupa sate buaya. Pada saat saya bertanya ke mbak penjaga warung, saya dapat informasi bahwa satu tusuk sate buaya dibanderol Rp. 3000, sedangkan satu butir telur buaya Rp. 25.000. Hanya saja, saya tidak mencobanya, pertama karena saya perlu yakin terlebih dahulu daging buaya ini halal atau haram, kedua karena pada saat itu sedang di bulan Ramadan, jadi kami semua berpuasa...huuaaa...(panas-panas, haus dan lapar, bertemu buaya...)
Pengunjung juga dapat menyaksikan atraksi buaya makan ayam, dengan cara membeli ayam yang sudah disediakan oleh petugas berupa ayam tirin (ayam mati kemarin-kemarin), satu ekornya Rp. 10.000, kemudian sang petugas akan melempar ayam itu ke kandang buaya dan buaya-buaya yang tadinya diam mematung langsung beringas berebut umpan, siapa cepat dapat...serraaamm... Buaya-buaya itu sendiri dapat jatah makan resmi hanya satu minggu sekali... (walaah...kalau mereka puasa Ramadan, hanya sahur 4 kali dong ya...ahihihi..)
Pengunjung yang aneh (seperti saya, maksudnya) dapat juga mencoba menggendong buaya. Petugas terkait akan menyiapkan buaya anakan alias bajul yang dapat dipegang dan digendong-gendong oleh wisatawan aneh tadi :)
Naah..ini gambar saya saat menimang anak buaya, alias bajul, umur si baby baru 1 tahun, masih imut dan mulutnya diikat tali kencang-kencang oleh sang pawang...berani ya saya....? (Trimakasih ya Pak pawang atas buayanya...nih tips-nya hehe..)
Berpose dengan seuntai taring buaya, saya tidak berani menyeringai takut ada yang mbanding-mbandingkan...uhuii...
Okee..see you in the next journey...love Indonesia, love my unique family!
Thanks to Pap who took us there...muuaachh...
Jembatan Tajuk, Bukit Bangkirai
Bagi yang suka menikmati wisata alam, berkunjung ke Bukit Bangkirai adalah pilihan yang cucok. Bukit Bangkirai terletak kira-kira 58 km dari kota Balikpapan. Kondisi jalan banyak yang masih belum seluruhnya mulus...menjadikan perjalanan terasa jauh hiks.. :)
Kondang dengan nama Bukit Bangkirai karena memang pohon yang mendominasi hutan lindung Bukit Bangkirai ini adalah jenis pohon Bangkirai...
Begitu sampai ke lokasi, kita langsung diarahkan untuk berjalan sekitar 500 m untuk kemudian mulai memasuki area hutannya. Waah... takjub dan ehm... serem juga berjalan membelah hutan. Kebetulan pada saat itu pengunjung hanya kami, jadi suara yang ada hanyalah suara kami...selebihnya sepii.. Pohonnya besar-besar, bahkan ada yang tumbang dan dibiarkan begitu saja... Yang menandakan bahwa kawasan ini hutan lindung adalah adanya jalur khusus pejalan kaki dan bahwa pohon-pohon yang ada diberi label dan ada yang mengadopsi :)
Canopy Bridge atau Jembatan Tajuk adalah maskot penarik hati wisatawan Bukit Bangkirai. Jembatan tajuk ini digantung diantara dua gerombol pohon Bangkirai. Menyeberangi jembatan tajuk dengan ketinggian 30 m di atas permukaan tanah dapat dicapai setelah meniti anak tangga berjumlah 120 buah yang merambati pohon Bangkirai.... Panjang jembatannya sendiri 64 m...hapalin yah ..hehe..
Kondang dengan nama Bukit Bangkirai karena memang pohon yang mendominasi hutan lindung Bukit Bangkirai ini adalah jenis pohon Bangkirai...
Begitu sampai ke lokasi, kita langsung diarahkan untuk berjalan sekitar 500 m untuk kemudian mulai memasuki area hutannya. Waah... takjub dan ehm... serem juga berjalan membelah hutan. Kebetulan pada saat itu pengunjung hanya kami, jadi suara yang ada hanyalah suara kami...selebihnya sepii.. Pohonnya besar-besar, bahkan ada yang tumbang dan dibiarkan begitu saja... Yang menandakan bahwa kawasan ini hutan lindung adalah adanya jalur khusus pejalan kaki dan bahwa pohon-pohon yang ada diberi label dan ada yang mengadopsi :)
Berpose di pohon tumbang...gede kan?
Canopy Bridge atau Jembatan Tajuk adalah maskot penarik hati wisatawan Bukit Bangkirai. Jembatan tajuk ini digantung diantara dua gerombol pohon Bangkirai. Menyeberangi jembatan tajuk dengan ketinggian 30 m di atas permukaan tanah dapat dicapai setelah meniti anak tangga berjumlah 120 buah yang merambati pohon Bangkirai.... Panjang jembatannya sendiri 64 m...hapalin yah ..hehe..
Beginilah pemandangan anak tangga yang melingkari pohon Bangkiran dilihat dari separuh perjalanan menuju ke jembatannya...selain serem..ya pegel juga...uhui..
Naah...ini kami yang siap menyeberang... kanan kiri pemandangan hutan asri...hembusan semilir angin menemani...
Pengalaman unik dan sungguh berkesan. Pesan saya gunakan kostum yang sesuai yah untuk menikmati petualangan di Bukit Bangkirai, janganlah seperti saya : pakai sandal jinjit, baju batik dan handbag...alamaak... Alhamdulillah aman, lancar... :)
See you in the next journey ...
Like usual, thanks to Pap who took us there...
Rabu, 07 September 2011
Beruang Madu ...
Tak menyia-nyiakan kesempatan, pada saat berada di Balikpapan kami berkunjung ke Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH) yang letaknya tak begitu jauh dari rumah kami, tepatnya di Km 23 Jalan raya Balikpapan-Samarinda. KWPLH ini adalah kawasan konservasi Beruang Madu (Helarctos Malayanus), hewan langka terancam punah yang harus dilindungi.
Untuk ukuran area konservasi di Indonesia, enklosur Beruang Madu ini menurut saya sungguh "mewah", luasnya 1,3 ha, tertata, terawat, dan hutannya dibuat mendekati habitat Beruang Madu di alam bebas. Area yang sangat luas itu hanya dihuni oleh 5 Beruang Madu....itupun sebetulnya kurang luas kata mas guide-nya... walaaah...
Lima Beruang Madu penghuni KWPLH diperoleh dari masyarakat atau hasil sitaan dari pihak yang tidak bertanggungjawab...tak heran kondisi mereka agak aneh-aneh...pada saat ditemukan ada yang dalam kondisi kuku telah dicabuti, taring telah dicabuti, bahkan ada yang buta sebelah...Syukurlah saat ini mereka telah berada di tangan ahlinya, sehingga meski terlanjur cacat tetapi mereka tampak sehat dan bahagia di tempat hidupnya sekarang :)

Untuk dapat melihat tingkah laku Beruang Madu yang sedang keluar kandang, kami datang pukul 09.00 pas pada saat itu para beruang dikeluarkan dari kandang dan mereka menjelajah hutan mencari makan (makanannya terdiri dari aneka buah-buahan yang sengaja disebar di berbagai tempat oleh petugas)
Yang unik, di KWPLH ini kita juga dapat mengadopsi kucing. Rupanya kawasan ini juga merawat ratusan kucing-kucing liar maupun kucing yang kehilangan empunya, yang kemudian dilatih dan dididik sehingga menjadi kucing yang "ramah" dan siap diadopsi. Mereka yang tertarik untuk mengadopsi akan diberi pelatihan dan informasi secukupnya terlebih dahulu tentang memelihara kucing.... siip ya!
Menara intai atau sejenis jempatan kayu yang mengelilingi sebagian area hutan dibangun khusus agar para pengunjung dapat melihat para beruang beraktivitas di dalam hutan...saat kita mengintai, kita tidak boleh berisik...sebab bila beruang merasa terganggu dia akan stress dan tidak bisa hidup normal...jadi..pppsssttt... :)
Catatan: thanks to Pap who took us there, indeed it's an impressive and unique experience..love you, Pap..
Untuk ukuran area konservasi di Indonesia, enklosur Beruang Madu ini menurut saya sungguh "mewah", luasnya 1,3 ha, tertata, terawat, dan hutannya dibuat mendekati habitat Beruang Madu di alam bebas. Area yang sangat luas itu hanya dihuni oleh 5 Beruang Madu....itupun sebetulnya kurang luas kata mas guide-nya... walaaah...
Lima Beruang Madu penghuni KWPLH diperoleh dari masyarakat atau hasil sitaan dari pihak yang tidak bertanggungjawab...tak heran kondisi mereka agak aneh-aneh...pada saat ditemukan ada yang dalam kondisi kuku telah dicabuti, taring telah dicabuti, bahkan ada yang buta sebelah...Syukurlah saat ini mereka telah berada di tangan ahlinya, sehingga meski terlanjur cacat tetapi mereka tampak sehat dan bahagia di tempat hidupnya sekarang :)

Untuk dapat melihat tingkah laku Beruang Madu yang sedang keluar kandang, kami datang pukul 09.00 pas pada saat itu para beruang dikeluarkan dari kandang dan mereka menjelajah hutan mencari makan (makanannya terdiri dari aneka buah-buahan yang sengaja disebar di berbagai tempat oleh petugas)
Yang unik, di KWPLH ini kita juga dapat mengadopsi kucing. Rupanya kawasan ini juga merawat ratusan kucing-kucing liar maupun kucing yang kehilangan empunya, yang kemudian dilatih dan dididik sehingga menjadi kucing yang "ramah" dan siap diadopsi. Mereka yang tertarik untuk mengadopsi akan diberi pelatihan dan informasi secukupnya terlebih dahulu tentang memelihara kucing.... siip ya!
Menara intai atau sejenis jempatan kayu yang mengelilingi sebagian area hutan dibangun khusus agar para pengunjung dapat melihat para beruang beraktivitas di dalam hutan...saat kita mengintai, kita tidak boleh berisik...sebab bila beruang merasa terganggu dia akan stress dan tidak bisa hidup normal...jadi..pppsssttt... :)
Catatan: thanks to Pap who took us there, indeed it's an impressive and unique experience..love you, Pap..
Langganan:
Postingan (Atom)



























































